Kita tidak pernah tahu akan sesuatu yang akan datang. Tapi ternyata kelebihan kita adalah bisa menebak sebuah perasaan yang ada di hati.
Kadang kala kita pun tak bisa menentukan suara hati yang murni membisikan kita. Semua itu terhalang oleh nafsu yang entah dimana ujungnya. Hati kadang terselimuti penyakit penyakit yang semakin lama semakin menggerogoti dan membutakan mata hati.
Tapi ternyata segeliat asa mampu menimbulkan secercah cahaya dalam ketepurukan hati. Asa inilah yang akan membimbing hati untuk memilah sesuatu menjadi semakin bermakna.
Tapi terkadang saat kita mulai menyukai seseorang dalam skala tertentu. Maka timbullah suatu ketakutan yang seeing tak terbendung dan memipihkan segala semangat yang terjaga.
Tak berani melepas walau kenyataannya ia bukan untuk kita. Tak sanggup menelusuri rasa yang kadang tertutup nafsu.
Namun pernahkan terpikir oleh kita bahwa hal itu hanya semu semata? Tidak ! hati kita terlalu rapuh untuk menghadapi segala sapaan takdir yang datang. Tak ingin terusik dengan segala kemungkinan yang ada. Terkunci rapat dalam kegelapan....
21 oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar